Monthly Archives: Agustus 2013

Program Percepatan Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Susilo Siswoutomo didampingi oleh Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Rida Mulyana, pada hari Kamis, tanggal 29 Agustus 2013 memberikan paparan melalui konferensi pers mengenai upaya Pemerintah menurunkan besaran impor Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan cara meningkatkan pemanfaatan Bahan Bakar Nabati (BBN) untuk dicampurkan dalam BBM sebagai biofuel. Upaya ini merupakan salah satu paket Kebijakan Ekonomi guna memperbaiki defisit transaksi berjalan dan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat.

Biofuel terdiri dari biodiesel (substitusi solar), bioethanol (substitusi bensin) dan minyak nabati murni- Pure Plant Oil/PPO (substitusi BBM pada pembangkit listrik berbasis bahan bakar minyak-PLTD).

Din Syamsuddin: RI Belum Sejahtera Karena Sumber Daya Alam Dikuras Asing

175029_din320Jakarta – Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsuddin mengungkapkan penyebab rakyat Indonesia sampai saat ini belum sejahtera karena sumber daya alam (SDA) dikuras dan diserahkan pihak asing, misalnya di sektor minyak dan gas (Migas).

“Makanya sampai saat ini Indonesia belum bisa sejahtera karena sumber daya alamnya dikuras dan diserahkan ke pihak asing,” tegas Din Syamsuddin ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Kamis (29/8/2013).

Dikatakan Din Syamsuddin, namun bukan berarti dirinya anti asing, karena Indonesia harus punya pemikiran untuk maju di dunia Internasional.

Pemerintah Bebaskan Sementara Ekspor Barang Mentah ke Luar Negeri

Jakarta – Pemerintah melakukan revisi sementara terhadap Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 7 tahun 2012 tentang Peningkatan Nilai Tambah Mineral melalui Kegiatan Pengolahan dan Permurnian Mineral. Sehingga perusahaan-perusahaan mineral kembali bebas mengekspor bahan mentah ke luar negeri setelah sebelumnya dibatasi.

Menteri Keuangan (Menkeu) Chatib Basri mengatakan hal ini merupakan cara untuk menggenjot ekspor. Supaya ada perbaikan kec depan dalam neraca transaksi berjalan yang masih defisit.