Monthly Archives: Januari 2014

“KISAH PENDAHULUAN”


MINERAL DAN ENERGI KEKAYAAN BANGSA_SEJARAH PERTAMBANGAN DAN ENERGI INDONESIA

Negeri Kepulauan Terluas di Dunia yang Penuh Pesona

Indonesia merupakan negeri kepulauan terluas di dunia, yang memiliki daratan sekitar dua juta kilometer persegi dan meliputi 17.500 lebih pulau besar dan kecil. Pulau yang satu dengan yang lain disatukan oleh laut dan secara keseluruhan luas wilayah lautannya sekitar dua setengah kali luas daratan. Deretan pulau yang bentuknya bak untaian permata berwarna hijau itu membuat banyak orang, baik anak negeri maupun bangsa asing, mengagumi keindahannya dengan menyatakan ‘bagaikan sabuk zamrud yang terjulai di sepanjang khatulistiwa’. Itu baru salah satu segi yang menarik. Masih ada sejumlah segi lain yang dapat dicermati, dan semuanya tidak dapat dipisahkan dari tataan geologi, yang menjelmakan rupa bumi yang benar-benar khas, baik yang tampak dipermukaan bumi dan dapat diamati langsung, maupun yang terselimuti air laut dan hanya dapat diketahui dengan perlengkapan mutakhir.

Pada deretan pulau tersebut terdapat ‘busur-luar’, yaitu deretan pulau di barat Pulau Sumatra yang tak memiliki gunungapi. Busur-luar ini berlanjut di selatan Pulau Jawa, tetapi tidak sampai muncul di permukaan laut. Dibelakangnya menyusul ‘busur-dalam’ yang bergunungapi, yang banyak di antaranya masih aktif. Deretan gunungapi itu menjulur dari baratlaut ke tenggara, kemudian dari barat ke timur, dan akhirnya memilin ke utara, mengitari Laut Banda. Selain itu, ada dua deretan gunungapi giat lain yang terentang dari selatan ke utara, yang satu dari bagian utara Pulau Sulawesi, melewati Kepulauan Sangir, dan bersambung ke utara ke Pilipina; yang lain adalah jalur gunungapi Halmahera Barat.

Sejak sebelumnya Perang Dunia II sudah diketahui adanya sabuk gunungapi dan sabuk kegempaan yang saling berimpitan. Sabuk itu bermula dari Busur Sunda, meliputi Sumatra, Jawa, Nusa Tenggara dan bersambung sampai ke Busur Banda, melingkar dari Wetar sampai Banda. Di Maluku bagian utara dan Sulawesi bagian utara juga terdapat sabuk gunungapi. Sabuk ini merupakan bagian dari jalur Lingkar Pasifik yang dikenal dengan sebutan ‘cincin api’ (ring of fire) dan juga merupakan kumpulan sumber gempa bumi. Dari segi tataan kerak bumi, antara kedua sabuk itu memang ada pertaliannya. Pada bentangan yang luas dengan liku-likunya yang serba khas itu, terkandung berbagai sumber daya mineral, bijih, minyak dan gas bumi, panas bumi, batubara, dan air tanah. Pengetahuan mengenai hal ini sudah terhimpun sejak sekitar tahun 1920-an. Para peneliti sebelum Indonesia merdeka, umumnya berkebangsaan Belanda, mengumpulkan data geologi dari seantero Nusantara ini dan membuat sintesis sehingga dapat diperoleh gambaran umum. Mereka berasal dari berbagai lembaga penelitian. Berangsur-angsur mereka yang bekerja pada Dienst van het Mijnwezen (Dinas Pertambangan), yang selanjutnya ditulis Mijnwezen, mulai memperlihatkan hasil kerja mereka.