Umum

Umum

RENJA 2015 DISTAMBEN PROV. KALBAR

Sebagaimana telah diatur didalam Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 8 Tahun 2008, menyatakan bahwa Rancangan Rencana Kerja (Renja) SKPD disusun dengan mengacu pada rancangan awal RKPD, Rencana strategis (Renstra) SKPD, hasil evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan periode sebelumnya, masalah yang dihadapi dan usulan program serta kegiatan yang berasal dari masyarakat.

Selain hal tersebut diatas, Renja SKPD memuat kebijakan, Program dan Kegiatan pembangunan baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah daerah maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat.

(lebih…)

“KISAH PENDAHULUAN”


MINERAL DAN ENERGI KEKAYAAN BANGSA_SEJARAH PERTAMBANGAN DAN ENERGI INDONESIA

Negeri Kepulauan Terluas di Dunia yang Penuh Pesona

Indonesia merupakan negeri kepulauan terluas di dunia, yang memiliki daratan sekitar dua juta kilometer persegi dan meliputi 17.500 lebih pulau besar dan kecil. Pulau yang satu dengan yang lain disatukan oleh laut dan secara keseluruhan luas wilayah lautannya sekitar dua setengah kali luas daratan. Deretan pulau yang bentuknya bak untaian permata berwarna hijau itu membuat banyak orang, baik anak negeri maupun bangsa asing, mengagumi keindahannya dengan menyatakan ‘bagaikan sabuk zamrud yang terjulai di sepanjang khatulistiwa’. Itu baru salah satu segi yang menarik. Masih ada sejumlah segi lain yang dapat dicermati, dan semuanya tidak dapat dipisahkan dari tataan geologi, yang menjelmakan rupa bumi yang benar-benar khas, baik yang tampak dipermukaan bumi dan dapat diamati langsung, maupun yang terselimuti air laut dan hanya dapat diketahui dengan perlengkapan mutakhir.

Pada deretan pulau tersebut terdapat ‘busur-luar’, yaitu deretan pulau di barat Pulau Sumatra yang tak memiliki gunungapi. Busur-luar ini berlanjut di selatan Pulau Jawa, tetapi tidak sampai muncul di permukaan laut. Dibelakangnya menyusul ‘busur-dalam’ yang bergunungapi, yang banyak di antaranya masih aktif. Deretan gunungapi itu menjulur dari baratlaut ke tenggara, kemudian dari barat ke timur, dan akhirnya memilin ke utara, mengitari Laut Banda. Selain itu, ada dua deretan gunungapi giat lain yang terentang dari selatan ke utara, yang satu dari bagian utara Pulau Sulawesi, melewati Kepulauan Sangir, dan bersambung ke utara ke Pilipina; yang lain adalah jalur gunungapi Halmahera Barat.

Sejak sebelumnya Perang Dunia II sudah diketahui adanya sabuk gunungapi dan sabuk kegempaan yang saling berimpitan. Sabuk itu bermula dari Busur Sunda, meliputi Sumatra, Jawa, Nusa Tenggara dan bersambung sampai ke Busur Banda, melingkar dari Wetar sampai Banda. Di Maluku bagian utara dan Sulawesi bagian utara juga terdapat sabuk gunungapi. Sabuk ini merupakan bagian dari jalur Lingkar Pasifik yang dikenal dengan sebutan ‘cincin api’ (ring of fire) dan juga merupakan kumpulan sumber gempa bumi. Dari segi tataan kerak bumi, antara kedua sabuk itu memang ada pertaliannya. Pada bentangan yang luas dengan liku-likunya yang serba khas itu, terkandung berbagai sumber daya mineral, bijih, minyak dan gas bumi, panas bumi, batubara, dan air tanah. Pengetahuan mengenai hal ini sudah terhimpun sejak sekitar tahun 1920-an. Para peneliti sebelum Indonesia merdeka, umumnya berkebangsaan Belanda, mengumpulkan data geologi dari seantero Nusantara ini dan membuat sintesis sehingga dapat diperoleh gambaran umum. Mereka berasal dari berbagai lembaga penelitian. Berangsur-angsur mereka yang bekerja pada Dienst van het Mijnwezen (Dinas Pertambangan), yang selanjutnya ditulis Mijnwezen, mulai memperlihatkan hasil kerja mereka.

(lebih…)

Catur Dharma Energi

Bauran energy nasional yang masih didominasi minyak bumi harus segera diperbaiki. Peran minyak minyak harus segera dikurangi dan diganti dengan gas dan energy baru terbarukan yang lebih sustainable dan ramah lingkungan. Demikian disampaikan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral, Jero Wacik saat  memberikan keynote speech diacara business Forum SP-IATMI APOGCE, Senin (21/10/2013).

“ Paradigma minyak harus ditinggalkan. Harus pindah ke gas..ke energi baru terbarukan. Ini tugas besar para insinyur, kita semua dan Saya sudah temukan formulanya,” ujar Jero Wacik.

Ditambahkannya, ada empat tugas besar atau utama Indonesia di bidang energi atau catur dharma energy yang harus didorong dengan keras. Empat tugas ini yaitu, tingkatkan produksi migas, misalnya dengan memperbanyak kegiatan eksplorasi dengan memberikan insentif agar investor dapat tertarik. Kedua, kurangi pemakaian BBM, utamanya pada sektor pembangkit listrik. Ketiga, mendorong scr masif pengembangan energi baru terbarukan dan terakhir, lakukan gerakan hemat energi.

(lebih…)

Pelatihan Inventarisasi Emisi Gas Rumah Kaca dan Penghitungan BAU Baseline

Rencana Aksi Nasional Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (RAN-GRK) merupakan tindaklanjut dari komitmen Indonesia dalam menghadapi permasalahan perubahan iklim yang disampaikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidatonya di depan para pemimpin negara pada pertemuan G-20 di Pittsburgh, Amerika Serikat, 25 September 2009. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan bahwa Indonesia berkomitmen untuk menurunkan emisi GRK sebesar 26% pada tahun 2020 dari tingkat BAU dengan usaha sendiri dan mencapai 41% apabila mendapat dukungan internasional.

Untuk menindaklanjuti komitmen penurunan emisi GRK tersebut, RAN-GRK disusun untuk memberikan kerangka kebijakan untuk pemerintah pusat, pemerintah daerah, pihak swasta dan para pemangku kepentingan lainnya dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan yang berkaitan langsung atau tidak langsung dengan upaya mengurangi emisi GRK dalam jangka waktu 2010-2020 sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP 2005- 2025) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM). RAN-GRK ini telah disahkan dalam suatu Peraturan Presiden No. 61 Tahun 2011.

(lebih…)