Peran Peta Geologi Dalam Pembangunan Nasional

BANDUNG – Peta geologi dalam pembangunan nasional memiliki peran penting sebagai penunjang dan pendukung berbagai program rencana pembangunan di suatu wilayah yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Semua informasi dari peta geologi yang menyajikan berbagai informasi berupa jenis dan sebaran batuan, struktur, morfologi dan kemiringan lereng, kerentanan tanah, dan runtunan variasi batuan, sangat diperlukan terutama dalam pengambilan keputusan layak tidaknya suatu wilayah bagi peruntukan yang diinginkan.

Secara ringkas dapat diuraikan mengenai kegunaan peta geologi, yaitu dalam :


•    Eksplorasi sumberdaya mineral (mineral-airtanah) & energi (migas konvensional – unconventional).
•    Kawasan rawan bencana alam geologi (gempa, tsunami, letusan gunungapi, longsor).
•    Rencana pembangunan dan tata ruang (klasifikasi kualitas lahan permukiman, potensi air tanah).
•    Transportasi dan komunikasi (rancangan jaringan jalan, listrik, pipa dan jaringan kabel telepon).

Dengan disusunnya Rencana Induk Pemetaan Geologi skala 1:50.000 diharapkan fungsi dan kegunaan peta geologi semakin terarah dan memberikan informasi lebih rinci untuk setiap wilayah baru yang akan dikembangkan didalam rangka membantu penentuan baik kebijakan aspek fisik maupun non-fisik. Karena peta geologi berperan untuk menampilkan informasi berbagai karakteristik lokasi-lokasi di dalam area pembangunan. Data yang tersusun dalam suatu basis data geologi secara rinci akan memudahkan pemerintah dalam membuat perencanaan pembangunan, pemantauan, dan evaluasinya secara akurat dan juga semua informasi baru mengenai potensi sumber daya lahan, sebaran kawasan layak huni, keuntungan dan kelemahan kondisi fisiografis yang mudah diakses untuk kepentingan pembangunan.

Saat ini kebutuhan data dasar geologi yang rinci semakin besar terutama untuk pengembangan dan pemanfaatan sumberdaya alam dan pengelolaan lingkungan di Indonesia. Pusat Survei Geologi – Badan Geologi yang memiliki tugas dan fungsi sebagai penyedia data dan informasi geologi dan geofisika di Indonesia berkewajiban untuk menyediakan data dasar geologi dengan skala yang lebih rinci.

Peta geologi memiliki informasi data geologi yang sangat diperlukan dalam eksplorasi sumberdaya mineral dan migas dalam hal:

  • Akurasi berupa ketelitian dalam hal memberikan setiap data geologi baik permukaan maupun bawah permukaan.
  • Kelengkapan informasi yang bisa diakses oleh pengguna.
  • Keseragaman format (standardisasi) agar bisa digunakan semua pihak dan dapat bertukar informasi dengan data lain yang  terdapat di daerah yang sama.
  • Format data (GIS) menjadi format dasar pada setiap peta geologi agar memudahkan dalam penggunaannya secara global.

Fungsi peta geologi sebagai pendukung dalam perencanaan pembangunan

Peta geologi telah dimanfaatkan oleh berbagai instansi pemerintah maupun swasta untuk keperluan perencanaan, pemantauan, hingga evaluasi hasil-hasil pembangunan. Juga menyajikan informasi sangat berguna bagi pengelola dan pengambil keputusan untuk membantu memecahkan permasalahan, menentukan pilihan atau membuat kebijakan tata ruang melalui metode analisis data peta.

Bencana geologi berupa tanah longsor sebenarnya dapat diantisipasi Pemerintah Daerah bila memiliki data geologi yang menunjukkan potensi longsor, dengan menandai titik-titik potensi bahaya geologi dan menginformasikan kepada warga masyarakat di kawasan berisiko tinggi. Peta geologi di Indonesia umumnya baru dimanfaatkan oleh beberapa Kementerian dan Lembaga di tingkat pusat dan baru dirintis di tingkat daerah. Kementerian yang paling banyak memanfaatkan peta geologi adalah Kementerian ESDM, Kementerian Kehutanan, Pertanian dan Kementerian Pekerjaan Umum. Kementerian lainnya dan lembaga-lembaga struktural lainnya. Daerah-daerah pada umumnya belum banyak menggunakan peta geologi, karena para penyelenggara pemerintahan belum banyak tahu tentang pentingnya peta geologi dalam penyusunan rencana, pemantauan, dan evaluasi pembangunan secara mudah, murah, efektif, dan akurat. Saat ini lembaga struktural yang paling banyak membutuhkan peta geologi adalah Bappenas/Bappeda, untuk kepentingan pembangunan nasional dan daerah.

Berdasarkan peta geologi maka Indonesia dapat dibagi menjadi dua bagian berdasarkan data geologi guna Prioritas Eksplorasi Migas dimana :

Indonesia Barat

  • Memiliki karakteristik sudah matang (mature) untuk ekslorasi cekungan Migas.
  • Secara kerumitan struktur geologi agak kurang komplek.
  • Informasi Stratigrafi sudah dianggap komplit lengkap.

Indonesia Timur

  • Cekungan-cekungannya dianggap belum matang (Immature Exploration Basins).
  • Struktur Geologinya sangat rumit.

Peta geologi sangat berperan sekali dalam membantu menentukan unsur penting bagi terbentuknya akumulasi pembentukan migas.

  • Batuan sumber (sourcerock).
  • Batuan penyimpan / waduk (reservoir rock).
  • Batuan penutup (seal).
  • Sejarah pemanasan (thermal history).
  • Perpindahan dan pemerangkapan migas (migration and trapping of hydrocarbons).
  • Sejarah geologi cekungan (geologic history of the basin).
  • Sejarah deformasi dan pola struktur

Sumber : Badan Geologi, Kementerian ESDM (http://www.bgl.esdm.go.id/index.php/berita-terkini/325-peran-peta-geologi-dalam-pembangunan-nasional-)

Tulisan ini dipublikasikan di Geologi dan Air Tanah dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *