RAPAT KOORDINASI DAN SOSIALISASI PROGRAM LTSHE INDONESIA BARAT TAHUN 2018

Bogor – Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia menyelenggarakan Acara Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Program LTSHE Indonesia Barat Tahun 2018, Kamis (19/10) di Hotel Royal Amarossa, Bogor.

Acara dibuka oleh Direktur Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Acara dilanjutkan dengan pemaparan mengenai Rencana Penyediaan Tenaga Listrik Pedesaan dari PT. PLN Wilayah Kalimantan dan PT. PLN wilayah Sumatera.

Dalam pemaparannya, PT. PLN Wilayah Kalimantan menjelaskan mengenai Dasar hukum penyediaan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE)  yaitu Perpres Nomor 47 Tahun 2017 tentang Penyediaan LTSHE Bagi Masyarakat yang Belum Mendapatkan Akses Listrik dan Permen ESDM Nomor 33 Tahun 2017 tentang Tata Cara Penyediaan LTSHE Bagi Masyarakat yang Belum Mendapatkan Akses Listrik. Selain itu, PT. PLN juga menjelaskan mengenai rasio desa berlistrik per kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat. Untuk wilayah Kalimantan Barat Rasio Desa Belum berlistrik sebesar 23,39 persen yang diperoleh dari perbandingan antara jumlah desa yang belum berlistrik dengan jumlah desa yang terdapat di Provinsi Kalimantan Barat. Dijelaskan pula mengenai kebutuhan investasi Roadmap Rasio Desa 100 persen. Untuk wilayah Kalimantan Barat, desa dengan investasi per pelanggan tertinggi yaitu terdapat di Desa Sebadak Kecamatan Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang dengan nilai investasi sebesar kurang lebih Rp. 18 M. Sedangkan untuk desa dengan investasi per pelanggan terendah terdapat di Desa Kayu Bunga Kecamatan Belimbing Kabupaten Melawi sebesar kurang lebih Rp. 2 M.

PLN Wilayah Kalimantan juga memaparkan mengenai tantangan dan kendala yang dihadapi dalam penyediaan listrik desa di Wilayah Kalimantan Barat salah satunya yaitu infrastruktur jalan/ jembatan yang tidak ada atau dalam kondisi rusak dan akses transportasi yang melalui sungai. Berdasarkan hasil perhitungan, terdapat 114 usulan desa belum berlistrik, dan sebanyak 73.692 calon pelanggan yang tersebar di beberapa desa di Kalimantan Barat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *